Canberra (KABARIN) - Pemerintah Australia berencana melepas sebagian cadangan bahan bakar nasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan pada rantai pasokan energi global.
Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen mengatakan pemerintah federal akan mengeluarkan hingga 762 juta liter bensin dan solar dari stok domestik. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari kewajiban kepemilikan stok minimum atau Minimum Stockholding Obligation.
Menurut Bowen, langkah ini bertujuan membantu menjaga kelancaran distribusi bahan bakar apabila terjadi hambatan pada pasokan.
Pemerintah juga akan menyesuaikan batas minimum cadangan nasional. Untuk solar, kewajiban stok minimum akan dikurangi dari 2,7 miliar liter menjadi sekitar 2,2 miliar liter. Sementara cadangan bensin diturunkan dari 1 miliar liter menjadi sekitar 700 juta liter.
Kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari respons Australia terhadap permintaan Badan Energi Internasional yang mendorong negara negara anggota untuk menyiapkan pelepasan cadangan energi.
"Hal ini akan memungkinkan perusahaan bahan bakar untuk mengelola rantai pasokan mereka dengan lebih fleksibel. Cadangan bahan bakar ini tidak akan langsung dilepaskan," katanya.
Bowen menjelaskan kondisi pasokan bahan bakar di Australia saat ini masih tergolong aman. Kapal pengangkut energi juga masih terus tiba di negara tersebut meskipun situasi geopolitik global sedang memanas.
Namun ia mengingatkan potensi gangguan pasokan bisa saja muncul jika konflik di Timur Tengah berlangsung lebih lama.
Meski cadangan nasional masih dalam batas normal, Bowen mengakui rantai distribusi bahan bakar kadang kesulitan menghadapi lonjakan permintaan yang cukup tinggi, terutama di wilayah pedesaan Australia.
"Tidak perlu panic buying. Apakah situasinya serius secara internasional? Ya, memang serius. Apakah pasokan bahan bakar Australia saat ini aman? Ya," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Australia juga mengambil langkah tambahan dengan menyesuaikan sementara standar kualitas bahan bakar. Perubahan ini memungkinkan penggunaan kadar sulfur yang lebih tinggi selama 60 hari.
Menurut Bowen, kebijakan tersebut dapat membantu menambah pasokan bensin baru sekitar 100 juta liter setiap bulan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026